Sep 30, 2009
GET UP BRATS
PACITAN (intro)
Sebuah kota kecil dan terpencil, dibentengi bukit-bukit menjulang yang membuatnya sulit dijangkau dari kota-kota disekitarnya. Seperti Ponorogo, Trenggalek, Solo, Jogjakarta. Akses transportasi yang naik turun dan berkelok membuat anda harus berjuang menahan mual karna goncangan ban untuk memasukinya.
Tapi perjuangan anda akan dibayar setimpal dengan apa yang akan anda dapatkan!!
Deretan pantai laut selatan yang mempesona dan melepas semua kepenatan, membawa anda pada apa yang yang disebut dengan esensi hidup "SANTAI"
Lorong-lorong gua berdekor natural yang indah membuat anda kembali mengakui kehebatan SENIMAN dari semua seniman
Komunitas masyarakat cinta damai nan ramah yang mengajarkan anda praktik sosialisme sejati
PACITAN
Ya di sinilah kami lahir dan berkembang, dididik untuk menghadapi hidup dengan santai. Tapi,, entah kenapa hidup santai itu semakin lama membuat sebagian kami menjadi terlalu santai dan terkesan malas. Malas untuk berbuat sesuatu yang hebat, sesuatu yang dapat memperjelas identitas kami sebagai Pacitanesse, dan malas untuk menyaring serangan globalisasi zaman.
Identitas yang dulu samar pun kini perlahan mulai semakin tak terlihat, berangsur berubah dengan identitas lain yang dibawa oleh wisatawan dan kemunafikan generasi sendiri yang merasa dirinya hebat, dan memilih pergi ke kota lain dengan meninggalkan tanah kelahirannya dalam ketertinggalan.
Tapi, itu semua bukan salah mereka, masyarakatnya pun ikut bertanggung jawab. Penduduk yang relatif masih homogen dan cenderung tak respect akan adanya saran pengembangan baik dari mereka, tapi malah memakan pembaharuan buruk dari kota lain.
Hem...mungkin Pacitan kami adalah potret kecil dari INDONESIA kita
Tapi jika kami tarik kesimpulan penyebabnya satu, yaitu "MALAS"
Karena itulah kami disatukan...kami yang bosan dengan pembantaian identitas ini
Berawal dari pertemuan kami yang sama-sama menyukai musik bawah tanah, dan membangun komunitas musik indie bernama PIMN (Pacitan Indiependent Music Nation) yang bertujuan untuk membuat perkembangan musik di Pacitan yang cenderung monoton dan membosankan di telinga. Ternyata tak berhenti disitu saja, kami mulai berdiskusi tentang berbagai hal...dari musik,sosial,politik,kehidupan, sampai masa depan.
Sepele memang...Tapi itulah kenyataannya,
Musik menyatukan kami
Musik mengantar kami untuk berfikir tentang hal yang lebih luas
Dulu...
Kami akui kami bukan yang pertama. Di awal tahun 2000'an para tetua-tetua kami pernah membagun komunitas yang serupa dan sangat hebat!! Mereka sempat membuat generasi muda Pacitan bersikap universal dan respect, hingga dapat mengeluarkan 2 album kompilasi band-band indie Pacitan bertajuk "TRIBUNE #1" dan "TRIBUNE #2" yang kami rasa tidak kalah dengan musikalitas dalam atau luar negeri sekalipun!!!
Angkat topi untuk mereka!!!
Tapi entah kenapa kehebatan mereka terlihat meredup, walau di antara mereka masih eksis dan perhatian pada dunia seni Pacitan..
Angkat topi lebih tinggi untukmu kawan!!!
Kini....
Berkaca dari merekalah kami ingin mengembangkan Kota Pacitan. Kami bergerilya untuk ulangi kehebatan mereka, bahkan lebih hebat lagi.
Bersama berjuang menjadikannya kota yang beridentitas dan mampu bersaing dengan kota manapun!!!
Memang belum benar-benar terlihat. Tapi percayalah kami terus bergerak dan berjuang!!!
Dan kami yakin anda juga menginginkannya...Mari kawanku sodaraku!!
OPEN U'R LUMP HANDS
SHAKE OUR STRUGGLE HAND
JOIN US BROTHER AND SISTER
LETS SING AND DANCE TOGETHER
(ink)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Twitter
Facebook
Flickr
RSS
0 komentar (+add yours?)
Post a Comment